Catatan 1 Tahun Pimpinan Baru PKS: Dendam Membara Tanpa Solusi Sampai Mati

Hari ini, sebuah berita di sebuah situs berita terkenal berjudul, “PKS Akan Terus Desak Pergantian Fahri Hamzah sebagai Pimpinan DPR“.

Ini adalah berita terakhir yang menggambarkan keinginan kuat pimpinan PKS untuk mengganti posisi Fahri Hamzah meskipun pengadilan telah mengeluarkan keputusan provisi agar posisi Fahri sebagai kader partai, anggota dan pimpinan DPR tidak dapat diganggu gugat menunjukkan bahwa ada dendam yang tidak kunjung selesai.

Belakangan ini, beredar sebuah video/ audio yang memperdengarkan suara seorang penceramah yang belakangan diketahui adalah Abdul Muis Saadih. Dia adalah Ketua BPDO DPP PKS yang sedari awal melakukan pemanggilan kepada Fahri Hamzah.

Dalam video/ audio yang berdurasi sekitar 10 menit itu Abdul Muis berteriak histeris menyindir seseorang yang dianggap durhaka kepada partai, bahkan Abdul Muis memakai cerita Malin Kundang yang durhaka kepada ibunya,”Akibatnya apa?.. Jadi batuuu!,” demikian teriak Ustadz keturunan Betawi tersebut.

Selengkapnya video itu dapat diikuti di situs berbagi video, youtube. Klik disini!

Pertanyaan paling penting dari fenomena sikap Pimpinan PKS kepada Fahri Hamzah ini adalah apakah memang seperti itulah karakter asli partai dakwah ini? Atau apakah seperti dicurigai orang bahwa PKS telah menjadi alat kekuatan di luar untuk menyingkirkan Fahri Hamzah dan kubu Anis Matta?

Amat aneh sekaligus disayangkan, sebuah partai yang dikenal solid tapi sama sekali seperti tidak punya mekanisme menyelesaikan konflik kecil ini.  Di satu sisi, PKS dalam kepemimpinan baru duet Salim Al Jufri dan Sohibul Iman seperti mengejar target untuk membersihkan para pengurus lama yang terafiliasi pada kubu Anis Matta.

Di sisi lain, Fahri Hamzah bersikeras bahwa bahwa pencopotan dirinya dari pimpinan DPR tidak boleh dibiarkan karena bukan merupakan hak prerogatif partai. Posisi pimpinan DPR dianggap merupakan domain publik seperti posisi jabatan lain yang merupakan hasil pemilihan (bukan penunjukan).

Akhirnya, sudah hampir setahun konflik ini terjadi dan belum ada tanda berhenti. Maka, kita tidak tahu apa solusi PKS atas situasi yang membuat PKS semakin berada di ujung eksistensi. Polling semakin menunjukkan Suara PKS menciut sampai ke angka dibawah 2%. Akankah PKS menemukan jalan keluar? Kita tunggu keahlian para pengurus yang bulan ini genap berusia 1 tahun. Sebab kalau tidak ada solusi partai ini bisa mati karena konflik internal sendiri lalu publik meninggalkannya pergi. (Eka Sunjaya, jurnalis Independent).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *