Persidangan Pemecatan Fahri Hamzah, Dalam Bayang Sidang MKD DPR

Sidang lanjutan kasus pemecatan Fahri Hamzah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Rabu (20/7) berisi agenda penyampaian bukti surat/dokumen dari Penggugat.

Fahri Hamzah yang dirugikan atas pemecatan dirinya sebagai anggota PKS  selain mengajukan gugatan PMH di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, juga melaporkan MSI, HNW dan SH yang telah bertindak mengatasnamakan PKS yang merampas hak-hak dirinya sebagai anggota PKS yang berdampakpada posisi Fahri Hamzah  sebagai anggota dan pimpinan DPR RI.

Disisi lain, lain pihak yang dilaporkan oleh Fahri Hamzah juga akan segera menghadapi persidangan etik di MKD DPR RI.

Persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan persidangan etik di MKD berada di dua ranah yang berbeda, tetapi bukan berarti tidak memiliki keterkaitan. Persidangan etik itu tidak akan muncul jika Fahri Hamzah tidak melaporkan mereka, di sisi lain Fahri Hamzah tidak mungkin melaporkan elit PKS yaitu MSI, HNW dan SH jika mereka tidak melakukan pelanggran etik yang merugikan dan mencemarkan nama baik Fahri Hamzah. “Ini bukan tentang balas dendam, bukan juga karena kebencian tetapi ini adalah soal penggunaan hak yang terukur yang dijamin oleh undang-undang dan Peraturan Tata Tertib DPR,” terang kuasa hukum Fahri, Mujahid A. Latief.

Jika dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh ketiganya terbukti dalam persidangan etik di MKD, maka pemecatan Fahri Hamzah tidak memiliki landasan moral dan harus dinyatakan cacat hukum, pada akhirnya dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh majelis hakim dalam memutuskan gugatanFahri Hamzah.

Jakarta, 20 Juli 2016
Ketua Tim Kuasa Hukum
Mujahid A. Latief

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *