Catatan Diskusi Husni Kamil Malik Bersama Fahri Hamzah

Oleh: Bambang Prayitno 

Catatan ini saya unggah kembali dalam rangka mengenang Husni Kamil Malik yang saat itu menjadi Pj. Ketua Ikatan Alumni Universitas Andalas dan menjadi pembicara bersama Fahri Hamzah. Berikut catatan saya;

Catatan Perjalanan FH ke Ranah Minang Sumatra Barat “Berjalan dan Belajar; Alam Terkambang Jadi Guru” (sesi pertemuan dengan Ketua IKA Unand)

115. FH dan Wagub foto bersama dan berpisah di depan rumah makan. Kami lanjutkan perjalanan ke Ikatan Keluarga Alumni Unand

116. Sudah menunggu Husni Kamil Manik, Ketua KPU RI. Pj Ketua IKA Unand, dan beberapa pembicara. Mereka adakan diskusi sebagai bagian Kongres

117. Tema diskusinya tentang perbaikan Sistem Pemilu di Indonesia. Husni Kamil Malik bicara pertamakali

118. Perguruan tinggi perlu membantu mendefinisikan apa itu pemilu elektoral apa itu pemilu substansial

119. Banyak tokoh yang muncul di DPR yang mengeluarkan ide genuine, atraktif dan menarik, tapi belum bisa menyelesaikan masalah pemilu

120. FH katakan, demokrasi kita telah mengalami kemajuan setelah reformasi bergulir

121. Kita harus bersyukur bahwa Indonesia telah mengalami proses demokrasi yang sangat progresif. Meloncat

122. Dalam konteks pemilu, FH usulkan pembiayaan pemilu. Agar korupsi berhenti.

123. Karena kalau pakai biaya sendiri, calon akan menjual semua. Kalau kalah bisa dikasihani orang. Kalau menang bisa “balik modal”

124. Kata-kata “balik modal” sebenarnya tanda bahwa itu niatan korupsi. Kita tidak menjadi sensitif dengan hal itu

125. FH secara pribadi akan ajukan UU pembiayaan politik. Agar berhenti korupsi politik dan kita bisa konsentrasi ke perbaikan birokrasi

126. Pemilu presiden kedepan sebaiknya jangan lagi Popular Vote. Mulailah dicoba Elektoral Vote. Agar yang menang di banyak daerah bisa jadi Presiden

127. Masa tokoh Sumbar berhenti di Natsir, Sjahrir dan Amir Syarifuddin. Tidak ada lagi setelah itu.

128. Taslim salah satu Ketua DPP PAN mantan anggota DPR RI periode lalu katakan bahwa uang menjadi faktor besar kemenangan pemilu

129. Alex anggota DPR RI dari PDIP kalau kita memilih jalan demokrasi, kita harus percaya pada partai

130. Husni Kamil Malik; partai mayoritas ingin balik ke proporsional tertutup. Kecuali beberapa. Termasuk PAN

131. KPU bisa pangkas proses perhitungan suara. Waktu Pilpres, waktunya 6 hari. Waktu pilkada serentak cuma 3 hari seluruh daerah

132. Syaratnya, asal ada kebijakan kewenangan dan fasilitas.

133. Di Equador, KPU punya deputi berpangkat letnan jenderal. Di Malaysia bagian dari pemerintah

135. Indonesia, KPU nya sangat kuat. Surat keputusan penetapan diberikan KPU. Tapi keprotokoleran lemah

136. Konsistensi DPR dalam mengusulkan aturan kepemiluan juga sangat diperlukan bagi terselnggaranya Pemilu yang berkualitas

137. FH; realitas sekarang, kita sedang menikmati demokrasi. Demokrasi itu cirinya kompleksitas

138. Kita tidak bisa menghindar. Ia adalah agregasi kompleksitas publik. Dalam demokrasi, rakyat ingin menyeleksi sendiri para pemimpinnya

139. Dewan menyuplai sistem pendukung agar dewan mampu berpikir dan berkata-kata selayaknya anggota dewan

140. Di DPR Amerika, ada Legal Council. Bidang yang menjaga konsistensi pembuatan undang-undang dari sejak Amerika berdiri

141. Umur legal council sudah ratusan tahun. Dan mereka konsisten bekerja. Indonesia tidak ada. Hanya GBHN

142. Negara sering memanufaktur persoalan untuk menambah anggaran. Dan harusnya kita koreksi

143. DPR teru menerus dihajar agar daulat rakyat tidak berdiri. Kita harus kuatkan kelembagaan DPR

144. Jangan menchallenge DPR kalau ada yang tidak setuju. Rakyat bicara saja dengan DPR. Jangan trauma pada politik dan partai

145. Kedepan, demokrasi harusnya lebih murah. Syarat elementernya database. Nantinya ada i-voting, i-democracy dan sebagainya

146. Partisipisi rakyat lebih mudah. Demokrasi kedepan bernama demokrasi digital. Wakil dan rakyatnya semakin mudah berinteraksi

147. Syaratnya kita bisa menggunakan seluruh perangkat yang ada dan tingkatkan kemampuan komunikasi

148. Acara selanjutanya, rombongan FH menuju Harian Singgalang. Diterima oleh Khairul Jasmi, Pimred Singgalang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *