Fahri Hamzah Didaulat Menjadi Bapak Angkat Kalimantan Utara

Acara pelantikan Pimpinan Wilayah Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA-KAMMI) Kalimantan Utara yang dirangkai dengan Dialog Pemuda Kaltara bertema “Perbatasan dan Wajah Kedaulatan Indonesia” benar-benar meriah. Semua peserta dan undangan merasakan kesan mendalam.

Acara yang digelar pada Jum’at (25/11) di Ruang Serbaguna Pemkot Tarakan, selain dihadiri oleh ratusan mahasiswa, pemuda dan tokoh masyarakat Kaltara, juga sangat spesial, karena dihadiri Fahri Hamzah yang merupakan Wakil Ketua DPR RI sekaligus Presiden Keluarga Alumni KAMMI, serta dihadiri oleh Irianto Lambrie Gubernur Kaltara.

Dalam acara semalam, Fahri Hamzah melantik alumni-alumni KAMMI seperti Zainuddin, Surya, Hasyim, Bahar, Syafrudin dan beberapa mantan aktivis KAMMI untuk menjadi PW KA-KAMMI Kaltara.

Dalam rilis yang diterima, Fahri Hamzah pada sambutanya menyampaikan bahwa dunia hari ini sedang menjadi ajang dua pertarungan. Yang pertama, pertarungan ekonomi, dimana ada dua kekuatan besar yang sedang mengincar sumberdaya alam Indonesia; Amerika dan Cina. Indonesia menjadi medan pertarungan yang potensial karena kekayaannya.

“Selain menjadi medan besar pertarungan ekonomi, dunia dan juga Indonesia juga berpotensi akan menjadi tempat pertarungan dua value (nilai); dimana Islam di sisi yang satu, dan nilai lain di sisi yang lain,” kata  pria 45 tahun kelahiran Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Dia menambahkan, dua nilai ini saling berhadap-hadapan dengan sengit. Pertarungan ekonomi yang berkelindan dengan value religiusitas; pada saatnya akan menjadi faktor utama yang menghancurkan dunia.

Bangsa Indonesia harus percaya diri, karena memiliki Pancasila sebagai jatidiri bangsa. Dan dengan Pancasila itu, kita yakin, mampu menjadi negara yang tangguh, berdikarin berdaulat, serta mampu bersaing dan bisa menjadi penyelesai konflik di dunia.

Selain itu, Fahri Hamzah juga menitipkan aktivis alumni KAMMI Kaltara kepada Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, untuk dibimbing dan dibina. Alumni KAMMI Kaltara siap membantu dan mendukung seluruh program kerja Gubernur dan jajarannya demi kesejahteraan rakyat Kaltara.

Sementara Irianto memberikan nasihat, bahwa kita harus belajar dari negara-negara yang maju ekonominya seperti Cina dan Amerika, agar kita tidak hanya menjadi obyek dari pertarungan ekonomi. Tapi juga mampu sejajar bekerjasama dengan mereka, atau bahkan mampu mengungguli mereka dalam kancah ekonomi global.

Irianto juga menjelaskan, bahwa dalam dunia kompetisi, berdasarkan survei dari Harvard University dan Bank Dunia, kalau kita -baik sebagai pribadi, daerah maupun negara- ingin memenangkan persaingan dan mampu mengungguli pihak lain, maka kita harus memiliki karakter dan kepribadian yang menarik. Tiga kata kunci utama agar sukses dalam hidup adalah; mampu melakukan inovasi dan mengembangkan kreatifitas, memiliki network (jaringan), dan memiliki teknologi. Sementara faktor terakhir adalah sumberdaya alam.

Irianto juga menyampaikan bahwa masalah perbatasan adalah masalah krusial bangsa. Karena disitulah harga diri kita dipertaruhkan. Disparitas harga, perlakuan kepada TKI yang sewenang-wenang, penyelundupan barang ilegal dan pencaplokan wilayah adalah masalah besar yang merugikan ekonomi nasional dan mempermalukan wajah Indonesia.

Irianto mewakili rakyat Kaltara juga meminta bantuan soal perjuangan perbatasan kepada Fahri Hamzah. Bahkan Fahri Hamzah secara terbuka didaulat menjadi “Bapak Angkat Kalimantan Utara”. Semua yang hadir memberikan dukungan dan tepuk tangan yang meriah.

 

Sumber: rmol.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *