Kongres Nasional Keluarga Alumni KAMMI : Fahri Bicara Tentang Dunia Yang Mengalami Transisi (2)

Dalam pembukaan Kongres Nasional Keluarga Alumni KAMMI di Hotel Kartika Chandra besok. Ada beberapa momen sambutan dan pidato yang akankitq jalani. Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla akan membuka acara pada sekitar 10.00 pagi. JK -begitu panggilan akrabnya- akan berbicara di depan seluruh undangan dan 1900-an aktivis KAMMI dan alumni yang memadati Ballroom Kartika Chandra.

Tapi sebelumnya, Deklarator KAMMI 1998 dan juga mantan Ketua Umum KAMMI pertama, Fahri Hamzah, yang kini menjadi Wakil Ketua DPR RI, didaulat untuk memberikan sambutannya sebagai simbol dan perwakilan dari seluruh alumni dari berbagai generasi. Fahri akan mengajak kita berpikir tentang situasi dan kondisi dunia yang sedang bergerak.

Dunia yang kita jalani memang sedang dalam transisi. Eropa sedang bergerak ke kanan. Sentimen dan gejolak warga Eropa pada imigran muslim menjadi rangkaian peristiwa yang menjelaskan sikap dan kebijakan politik Eropa secara keseluruhan. Amerika Utara sedang berjalan ke tengah. Beberapa partai kiri di Selatan mengalami kekalahan. Puncaknya, Amerika Serikat menjadi gambaran paling mengejutkan dari warga dunia tentang pergeseran cara berpikir warganya.

Gelombang transisi dunia yang mencari titik kesetimbangan baru, pada saatnya nanti akan sampai di Indonesia. Negara kita akan menjadi bagian dari gelombang transisi dunia. Mustahil peristiwa pergeseran bangsa dan bisa kita hindari. Yang paling penting dari semua itu adalah kesiapan kita, orang-orang Indonesia, untuk menghadapi transisi besar bangsa.

Kita membutuhkan identitas yang kuat untuk tak lagi meraba-raba siapa kita dan bagaimana kita berpikir. Jati diri kita sebagai bangsa yang telah melahirkan Pancasila haruslah dimaknai bahwa negara kita, sebenarnya memiliki pondasi identitas yang unik dan asli serta berbeda dengan bangsa lain. Kita adalah peletak batu pertama dari wajah bangsa yang demokratis dan religius.

Indonesia dan Pancasila itu contoh paling ideal untuk menggambarkan tentang bagaimana kehidupan berbangsa itu berjalan, serta bagaimana masyarakat kita mencari landasan sikap atas perbedaan-perbedaan dan keragaman antar warga.

Inilah tugas besar Alumni KAMMI kedepan. Menjadi kekuatan yang membela bangsanya. Dengan cara yang paling sederhana. Menjadi wajah paling terdepan yang mampu memberikan gambaran pada dunia bagaimana kehidupan religius itu terbentuk; bagaimana nilai Pancasila itu maujud; bagaimana sebuah bangsa seperti Indonesia itu tegar ditengah transisi yang sedang terjadi.

Alumni KAMMI ingin dan harus menjadi mitra pemerintah dalam membangun kesadaran baru dalam menghadapi masa depan dunia yang penuh gejolak. Kita adalah tulang punggung bangsa ini untuk merabuk optimisme di tengah goncangan yang datang. Bertemunya kita para Alumni KAMMI di sini di forum Kongres Nasional Alumni KAMMI adalah kehendak anak bangsa untuk terus merabuk optimisme generasi baru Indonesia untuk berdiri menghadapi gelombang yang nanti akan kita jalani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *