Kongres Nasional Keluarga Alumni KAMMI Dihadiri Berbagai Tokoh Nasional (1)

Kongres Nasional Keluarga Alumni KAMMI yang akan diadakan di Hotel Kartika Chandra Jakarta pada tanggal 12-13 November 2016 benar-benar meriah. Selain nantinya akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sekaligus akan membawakan Pidato Kebangsaan dengan judul “Gerakan Islam dan Cita-cita Kepahlawanan Indonesia”, hadir juga dalam rangkaian pembukaan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan beberapa tokoh nasional yang lain.

Data yang masuk ke panitia Kongres, ada beberapa tokoh nasional yang hadir dan memberikan dukungan pada Kongres Nasional pertama ini. Beberapa diantaranya adalah tokoh politik yang memang pernah bersentuhan dengan alumni-alumni KAMMI, seperti Syarifudin Suding (anggota DPR RI), Aziz Syamsudin (anggota DPR RI dari Golkar), Khotibul Umam, dan Nasir Jamil (anggota DPR dari PKS).

Selain anggota DPR dan tokoh politik, tak ketinggalan pula, beberapa tokoh muda naaional, ikut serta dalam rangkaian pembukaan, seperti Ahmad Dolly Kurnia Mantan Ketum KNPI, Indra Jaya Piliang (aktivis muda Golkar), Akbar Zulfakar (Ketua GEMA Keadilan/Sayap pemuda PKS). Mereka telah mengkonfirmasikan kepada panitia perihal kehadirannya semalam.

Selain tokoh politik dan aktivis muda, ada juga aktivis gerakan dari berbagai generasi yang akan menghadiri acara pembukaan Kongres Nasional Alumni. Seperti Hariman Siregar, dan yang lainnya.

Beberapa hal yang menjadi daya tarik Kongres Alumni KAMMI ini adalah, yang pertama, profil gerakan KAMMI yang memang cukup fenomenal di awal-awal pendiriannya. Ulasan tentang gerakan KAMMI di era awal telah menanamkan ingatan dan kesan pada benak orang di republik ini tentang generasi baru Indonesia yang mampu mengorganisir dirinya secara rapi dan teguh melakukan perlawanan, bahkan dianggap sebagai salah satu kelompok kunci atas tumbangnya rezim Orde Baru.

KAMMI dikesankan oleh banyak orang, sebagai kelompok anak muda religius yang berasal dari masjid dan kelompok diskusi kampus, yang mempunyai kemampuan analisa yang tajam atas situasi sosial dan mampu melakukan pengorganisasian gerakannya sehingga dianggap sebagai gerakan yang paling rapi dan terorganisir diantara yang lain. KAMMI dianggap oleh banyak pemerhati sosial politik sebagai kelompok generasi baru Indonesia yang akan banyak mengisi wajah politik dan sosial negeri ini. Mereka akan menjadi arus baru yang mengalirkan banyak perubahan.

Yang kedua, adalah sosok Fahri Hamzah yang mendukung Kongres Nasional KA KAMMI. Diakui atau tidak, sosok Fahri Hamzah dalam percaturan politik nasional -terutama lima tahun terakhir- telah banyak mewarnai diskusi dan perdebatan dalam banyak forum. Pernyataan dan pendapatnya yang terkesan kontroversial menjadi daya tarik tersendiri untuk diperbincangkan. Fahri Hamzah adalah deklarator KAMMI 1998 dan Ketua KAMMI pertama yang menaiki tangga di dunia politik Indonesia dan setelahnya, mampu menjadi tokoh yang diperhitungkan karena keteguhannya. Ia menjadi idola dan magnet aktivis muda.

Salah satu yang juga menarik perhatian peserta dan undangan adalah kehadiran Jenderal Gatot Nurmantyo. Sejak sebelum aksi 411 hingga hari ini, pendapat Jenderal Gatot di berbagai kesempatan dan paparannya di sebuah forum diskusi di sebuah stasiun TV yang memaparkan tentang ‘Proxy War’ dan ancaman kedaulatan bangsa kita, telah menghenyakkan banyak orang. Pembelaannya pada ummat Islam, kebhinnekaan dan keutuhan NKRI seperti oase ditengah ketidaktegasan pucuk pimpinan di republik ini. Gatot adalah lampu yang berpendar terang. Dan momentum Kongres Nasional Alumni KAMMI di Jakarta pada tanggal 12 November besok adalah mementum bagi kaum muda untuk melihat cahaya.

Tapi, dari seluruh kabar yang menyemangati kita pada menjelang Kongres ini, ada kabar yang masih simpang siur dari Kakerbeck, Jerman. Kondisi Jerman yang sedang turun salju dan suhu yang berada di titik beku serta tidak menentu itu, membuat Rubijanto, Sekretaris Pribadi Bapak Habibie mengabarkan kepada panitia bahwa sambungan Skype yang nantinya akan dipakai untuk teleconference antara Habibie dengan seluruh undangan masih mengalami kendala.

Diatas itu semua, seluruh peserta Kongres telah mulai memasuki Jakarta sejak sore ini. Mereka mengabadikan keberangkatannya dengan berfoto bersama rombongannya. Dan yang terlihat hanya bahagia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *