Saksi Ahli PKS Tidak Sesuai Kapasitas

Pengacara Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dalam perkara perdata terhadap Partai Keadilan Sejahtera, Mujahid A Latief, tak sepakat jika gugatan yang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dianggap tidak tepat.

Menurut dia, pihak yang digugat Fahri adalah orang yang melekat dengan jabatannya di PKS, yakni Wakil Ketua Majelis Takhim, Hidayat Nur Wahid, Ketua Dewan Syariah, Surahman Hidayat, Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman, Anggota Majelis Takhim, Abdi Sumaithi, dan Ketua Badan Penegak Disiplin Organisasi, Abdul Muis Saadih.

Oleh karena itu, kata Mujahid, gugatan tersebut tidak berarti personal, melainkan PKS sebagai partai yang telah melakukan pemecatan terhadap Fahri di seluruh jenjang kepartaian.

“Jadi, yang kami gugat itu misalnya Sohibul Iman selaku Presiden PKS. Yang lain juga begitu, selalu diakhiri dengan dalam kapasitas jabatannya,” ujar Mujahid di PN Jaksel, Senin (31/10).

Pernyataan Mujahid menanggapi penilaian saksi ahli yang dihadirkan PKS, yaitu dosen Hukum Perdata Universitas Indonesia, Akhmad Budi Cahyono, yang menyebutkan bahwa gugatan Fahri tidak tepat.

“Maka konsekuensinya, yang digugat adalah badan hukum, bukan personal,” tambah dia.

Mujahid mengatakan, setiap orang yang merasa dirugikan haknya diperbolehkan mengajukan gugatan ke pengadilan untuk melakukan perlawanan secara hukum juga.

“Ketika ada hak warga negara dilanggar, maka dia bisa memilih jalur mana yang dia inginkan. Pilihan Pak Fahri yakni mengajukan gugatan. Jadi, gugatan perbuatan melawan (yang) kami (lakukan) itu tepat,” kata dia.

Saksi ahli PKS yang dihadirkan kemarin adalah ahli kedua setelah Senin sebelumnya PKS menghadirkan I Gede Panca Astawa seorang ahli hukum tata negara yang pro kebijakan reklamasi Ahok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *